Saturday, July 8, 2017

Minggat Sana Ke Timbuktu

Komplek Masjid Sankore, universitas sankore, madrasah sankore di timbuktu yang dibangun tahun 1581 Masehi atau 989H. 

Timbuktu, tentu saja itu nama yang aneh di telinga rata rata orang Indonesia. Timbuktu bernama asli Timbuctoo atau Tumbutu kemudian di lidah orang perancis (mantan penjajahnya) menjadi Timbuktu nama yang populer hingga kini. Ternyata adalah sebuah kota sekaligus sebuah wilayah yang membentang luas di negara Republik Mali, itu di bagian barat benua afrika. jauh Euy. Dia bukan ibukota negara Republik Mali, karena Mali beribukota di Bamako jauh di barat daya Timbuktu

Wilayah yang pernah makmur dibawah pimpinan sepuluh kaisar Mansa, bergelar Mansa Musa. Kota ini terkenal dengan Universitas dan Madrasah Sankore yang begitu tua pusat penyebaran Islam di seluruh Afrika di abad 15 dan 16. ditambah tiga masjid besar, Djingareyber, Sankore dan Sidi Yahya, mengingatkan kembali kepada zaman keemasan Timbuktu di masa lalu. Meskipun terus dipulihkan, monumen ini sekarang dibawah ancaman dari penggurunan oleh iklimnya yang gersang. Universitas Sankore diakui sebagai salah satu universitas tertua di dunia.


Menjadi tempat tinggal bagi orang orang suku Songhay, Tuareg, Fulani, dan orang Mandé, Timbuktu berada 15 km sebelah utara dari Sungai Niger. di persimpangan timur-barat dan utara-selatan Trans-Sahara rute perdagangan melintasi Sahara. geografisnya membuatnya menjadi titik pertemuan alami bagi populasi Afrika barat dan pengembara Berber dan Arab-bangsa dari utara. Sejarah panjang sebagai pos perdagangan yang menghubungkan Afrika Barat dengan Berber, Arab, dan pedagang Yahudi di seluruh Afrika utara, dan secara tidak langsung dengan para pedagang dari Eropa, telah memberikan status legendaris dalam sebuah metafora “dari sini hingga ke Timbuktu”. 

Sejarah Timbuktu tak terlepas dari sejarah kekaisaran mali sejak abad kedua belas masehi. Sampai kemudian kekuasaan silih berganti, termasuk kemudian timbuktu di aneksasi oleh Maroko, lalu di jajah oleh prancis (dengan nama Sudan Prancis) sampai kemudian merdeka sebagai Republik Mali saat ini. 

Masjid, Madrasah, Universitas Sankore

Menurut etimologi populer, nama Timbuktu disusun dari dua kata TIN dan BUKTU, TIN berarti “Tempat” dan “Buktu” adalah nama seorang wanita tua Mali yang dikenal kelurusan dan kejujuran hatinya tinggal di daerah itu. Orang orang Tuareg dan pengelana lainnya mempercayakan barang barang mereka untuk dititipkan ke wanita ini. Hingga, saat Tuareg ditanya dimana ia meninggalkan barangnya, lalu ia menjawab: Saya meninggalkannya di TinBuktu, maskudnya di titipkan ditempatnya seorang wanita yang bernama Buktu. Sebutan ini kemudian populer dan menjadi nama tempat tersebut hingga kini. 

Namun, orang Perancis yang bernama René Basset memberikan teori yang lebih masuk akal: pada bahasa Berber, "buqt" berarti ""sangat jauh", karena itu, "Tin-Buqt(u)" berarti tempat yang merupakan ujung dunia, saking jauhnya. Karena itu orang menggambarkan dirinya pergi ke ujung dunia dengan pergi ke Timbuktu.  Atau ketika lagi kuesel sama temen lalu diteriaki dengan kata kata “Minggat sana ke Timbuktu”........